|
Sistem Tubuh
Saat di Dalam Kandungan
|
Sistem Tubuh
Saat Baru Lahir
|
|
Peredaran
darah, pernapasan, pencernaan, pembuangan kotoran, dan pengaturan suhu tubuh
dilakukan melalui tubuh ibu.
|
Semua
sistem dan fungsi tubuh bayi harus beroperasi sendiri (sebagian besar proses
transisi ini berlangsung selama 4-6 minggu pertama setelah kelahiran).
|
|
Janin
dan ibu memiliki sistem pernapasan dan detak jantung yang terpisah; darah
janin dibersihkan melalui tali pusar yang membawa “darah kotor” ke plasenta dan
kembali dengan darah bersih.
|
Darah
neonatus beredar sepenuhnya di tubuhnya sendiri; detak jantung awalnya cepat
dan tidak teratur, dan tekanan darah tidak stabil sampai hari ke-10.
|
|
Janin
mendapat oksigen melalui tali pusar yang juga membawa karbondioksida.
|
Mendapatkan
sendiri oksigen dengan sistem pernapasannya yang membutuhkan oksigen lebih
banyak (kebanyakan bayi mulai bernapas segera setelah terpapar udara
terbuka).
|
|
Janin
mengandalkan tali pusar untuk membawa makanan dari ibu dan mengeluarkan
kotoran.
|
Secara
naluriah mengisap untuk mendapatkan susu dan sekresi saluran cernanya sendiri
yang mencernanya.
|
Thursday, July 4, 2013
Perbedaan sistem tubuh bayi saat di dalam kandungan dan saat baru lahir
FORGETTING (Lupa)
Forgetting
atau lupa adalah hal
yang sering terjadi dalam kehidupan manusia. Lupa disebabkan oleh adanya masalah yang terjadi
pada sistem ingatan. Perlu
diketahui bahwa proses dari forgetting berbeda dengan Short-Term Memoryataupun Long-Term
Memory. Berikut ini adalah beberapa teori yang menyebabkan terjadinya lupa atau hilangnya ingatan pada manusia :
1Decay Theory (Teori
Merusak)
Teori
ini menyatakan bahwa memori
yang tidak digunakan akan memudar dari
waktu ke waktu. Teori ini bertahan untuk waktu yang cukup lama karena sesuai
dengan akal sehat manusia. Meskipun demikian, beberapa tahun terakhir para
psikolog berpendapat bahwa alasan tersebut kurang tepat sebab pada dasarnya Forgetting bukan hanya sekedar kehilangan memori yang disebabkan
oleh waktu.Yang dapat diterima oleh beberapa psikolog dari beberapa versi
adalah bahwa tidak adanya yang mendukung Decay Theory sesuai dengan tiga
tahapan memori. Hal ini terlihat,bahwa Forgetting disebabkan karena adanya
bagian yang sederhana dalam kehidupan, baik dalam sensory register maupun STM. Sementara
pada tahap LTM tidak terlihat adanya
penyebab waktu terhadap forgetting.
Bagaimanapun, tahapan memori akan menjadi lebih permanen apabila mencapai LTM. Forgetting yang disebabkan oleh
faktor waktu tidak terlihat pada LTM,
tapi karena faktor lain, yaitu gangguan, yang membuat ingatan tidak dapat
diperoleh kembali.
SHORT-TERM MEMORY (STM)
Short Term Memory (ingatan jangka pendek) adalah sebuah sistem
ingatan pada otak yang berfungsi untuk menyimpan informasi sementara yang
diterima dan memproses informasi yang diperlukan saat kita sedang berpikir. Informasi yang diterima akan dipindahkan atau ditransfer dari sensory
register ke short term memory. Ada dua proses pengendalian dalam STM, yaitu
Rehearsal dan Chunking.
1. Rehearsal
Secara umum, informasi dari STM dapat hilang secara cepat, kecuali jika
informasi tersebut diperbaharui dan informasi itu kadang sering hilang hanya
dalam waktu beberapa detik. Namun, informasi pada STM dapat diperbarui dengan
cara pengulangan latihan informasi (Rehearsal) agar informasi tersebut dapat
bertahan pada STM. Pengulangan informasi yang disimpan di STM diibaratkan
juggling menggunakan bola. Bola akan tetap dalam kondisi sempurna selama
melakukan juggling, artinya bola tersebut berada di udara. Tetapi, segera
setelah berhenti juggling, bola tersebut jatuh ke tanah. Ada beberapa contoh
informasi pada STM dapat diperoleh, seperti wangi parfum, not lagu, rasa buah,
posisi jari, dan daftar nama. Manusia memiliki preferensi untuk mengubah
informasi menjadi suara, atau akustik kode, sedapat mungkin untuk penyimpanan
di STM. Jika seseorang diminta untuk menghafal daftar huruf (misalnya B, P, V,
R, M, K), ia mungkin akan menghafalnya dengan cara membaca bunyi hurufnya (Be,
Pe, Ve, eR, eM, Ka), bukan bentuk hurufnya. Intinya, dalam rehearsal, informasi
yang diterima harus dilatih berulang-ulang agar informasi tersebut tidak
hilang.
2.
Chunking
Hal terpenting yang perlu diketahui tentang STM adalah kapasitas
penyimpanan yang cukup terbatas. Menurut George Miller, pengukuran kapasitas dari
STM diperoleh dengan meminta peserta penelitian menghafalkan daftar yang
sederhana dengan ukuran panjang yang berbeda. Panjang dari daftar yang dapat
diingat oleh peserta diangap mewakili kapasitas dari STM. Jarang terjadi ketika
kita mampu untuk menahan lebih dari lima hingga sembilan bit informasi dalam STM,
terlepas dari sifat informasi itu. Ini adalah sebuah kapasitas yang sangat
terbatas bahkan penelitian lebih lanjut mengatakan bahwa kapasitasnya bisa
lebih kecil lagi untuk beberapa jenis informasi.
Selain itu, STM memiliki fungsi penting lainnya, yaitu berfungsi
sebagai working memory kita Ini berarti bahwa ruang di STM digunakan ketika
ingatan lama dibawa keluar sementara dari memori jangka panjang untuk digunakan
atau diperbarui. Ruang di STM ini juga digunakan saat kita berpikir tentang
informasi ini. Kita selalu lupa tentang beberapa aspek dari persoalan yang
kompleks karena persoalan tersebut melebihi kapasitas STM.
Salah satu keuntungan dari kapasitas penyimpanan kecil STM adalah bahwa
mudah untuk melakukan pencarian didalamnya. Ketika kita mencoba untuk mengingat
sesuatu di STM, kita tampaknya meneliti setiap detail yang disimpan di sana. Percobaan
yang dilakukan oleh Saul Sternberg menyatakan bahwa kita sering menjelajahi STM
secara mendalam setiap kali kita mencoba untuk mengingat sesuatu. Bahkan,
percobaan Sternberg memberikan kita perkiraan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan
oleh kita untuk memeriksa setiap bit informasi yang tersimpan. Peserta diminta
untuk menghafal daftar angka dengan panjang yang berbeda. Mereka kemudian
ditunjukkan suatu nomor dan bertanya apakah itu dalam daftar mereka hanya
menghafal. Ketika individu hanya menghafal daftar angka yang panjang, hal itu
membuat mereka lebih lama untuk merespon dibanding ketika mereka menghafal
daftar pendek. Bahkan, jumlah waktu yang diperlukan untuk merespon meningkatnya
.04 detik untuk setiap item di STM. Rupanya, itulah waktu yang diperlukan untuk
memeriksa setiap item STM.
Untungnya, ada beberapa cara yang efektif untuk mendapatkan kapasitas
terbatas dari stm. Salah satu cara adalah untuk mempelajari informasinya dengan
cukup baik untuk mentransfernya ke dalam memori jangka panjang yang memiliki
ruang tidak terbatas. Cara lain adalah untuk menempatkan lebih banyak informasi
ke dalam 7 unit dari stm.
George Miller panggilan unit dari potongan-potongan memori. Walaupun benar
bahwa kita hanya dapat menyimpan lima sampai sembilan potongan di STM, kita
seringkali dapat menempatkan lebih dari sedikit informasi ke setiap potongan.
STM adalah tahap memori dengan kapasitas terbatas di mana informasi yang seringkali
disimpan dalam kode, hilang dengan cepat kecuali dilakukan pelatihan. Kapasitas
STM dapat diperluas dengan meningkatkan jumlah informasi yang harus dipelajari
di setiap chunk. Namun, tidak peduli seberapa baik pekerjaan yang kita lakukan dalam
chunking dan rehearsal, STM bukanlah tempat yang baik untuk menyimpan informasi
untuk jangka waktu yang lama. Informasi harus ditransfer ke memori jangka
panjang (Long Term Memory) untuk penyimpanan lebih permanen.
Lori and Dori Schappell
Lori dan Dori
Schappell adalah 2 gadis kembar siam. Mereka melekat dibagian kepala dan
berbagi 30 persen dari bagian otak mereka, yaitu pada bagian lobus frontal. Walaupun
mereka berbagi bagian otak, mereka tetap memiliki pemikirannya masing-masing. Tubuh
Lori tumbuh dengan normal, sedangkan tubuh Dori mengalami hambatan dalam
pertumbuhannya sehingga Lori lebih tinggi daripada Dori. Walaupun mereka kembar
siam, mereka menjalani hidup dengan cara yang berbeda, dan juga memiliki
kepribadian yang berbeda. Dari segi kepribadian Dori lebih pendiam dan
mempunyai trait introvert sedangkan Lori lebih bersifat out-going. Lori lebih cenderung menyukai gaya yang feminim
sedangkan Dori lebih terlihat seperti laki-laki. Karena pada saat muda Dori
sudah menyadari bahwa dia seharusnya menjadi laki-laki, maka Dori mengganti
nama dan mengubah konsep tentang dirinya dan mulai memperkenalkan dirinya
sebagai laki-laki yang bernama George. Dan Lori menjalani hidupnya dengan
menjadi perempuan bahkan dia memiliki pacar. Dori bekerja dirumah sakit dan
Lori/George bekerja sebagai musisi. Mereka menjalani hidupnya dengan cara
saling menghormati selama hampir sampai 51 tahun ini.Friday, June 7, 2013
e-Learning
Tugas Observasi E-Learning
Oleh:
Kelompok 5
A.
Identitas Sekolah
·
Nama Sekolah : SMAN 1 Medan
·
Alamat Sekolah : Jl. Cik Ditiro No 1 Medan
·
Uang Sekolah : Rp 300.000
·
Konsep E-learning : Konsep individu dan kelompok Offline
B.
Uraian Aktivitas Observasi
·
Hari pelaksanaan : Jumat 17 mei 2013
·
Waktu pelaksanaan : 08.00 – 09.30 wib
·
Pembagian Tugas : 1. Pengamat : - Devi rosyana putri
- Darna pristi
- Mawaddah rahmah
- Try may syarah
2. Dokumenter : - Vani saputri
- Nisya aspasia
·
Narasumber : Guru : - Bpk. Buang Agus ( Guru
Bahasa Indonesia)
- Bpk. Sutarto ( Guru Sosiologi)
Siswa : -
Anggita Rarasati ( Kelas X)
- Muhammad Kevin Sakti Siregar (Kelas XI IPS)
C.
Laporan Hasil Observasi
I.
Pendahuluan
Teknologi pada zaman sekarang ini sangat dibutuhkan, oleh karena itu
teknologipun semakin berkembang. Dimana teknologi sangat membantu pekerjaan
manusia dengan cara meringankan tugas-tugas manusia. Sehingga dunia
pendidikanpun tidak luput dari kegunaan teknologi. Dunia pendidikan sudah
hampir kebanyakan menggunakan teknologi. Misalnya saja internet,
laptop,komputer,proyektor dan lain-lain.
Perbedaan teknologi pada zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang. Diawali
dengan zaman di mana satu komputer digunakaan oleh banyak orang. Zaman dahulu
komputer itu di anggap barang yang sangat mahal, hanya orang-orang tertentu
yang memilikinya, kemudian di lanjutkan dengan zaman di mana satu orang memakai
satu komputer, pada masa ini komputer sudah mulai menjadi kebutuhan dasar di
mana setiap orang membutuhkan komputer. Dan yang pada masa sekarang ini di mana
satu orang memiliki 2 komputer, di mana komputer menjadi kebutuhkan pokok dimana
kebutuhkan tidak cukup satu.
II.
LandasanTeori
Teknologi adalah tema
penting dalam pendidikan. Hampir disetiap bidang pendidikan menggunakan
teknologi. Salah satu teknologi yang sangat dibutuhkan adlah komputer, di mana
komputer dapat membantu tugas pembelajaran misalnya membuat makalah. Kemudian
jika komputer di hubungan dengan jaringan internet kita dapat menggunakannya
untuk mencari bahan tugas kita,untuk mencari referensi tugas kita jika bahan
yang ada di buku kurang memadai. Bukan hanya teknologi saja yanng mendukung
proses berjalannya pendidikan tetapi juga dengan motivasi, teori belajar yang
digunakan, orientasii belajar yang digunakan dan manajemen kelas.
-
Motivasi
Motivasi adalah proses
memberikan semangat, arah, kegigihan perilaku artinya suatu perilaku yang
termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.
Motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati tetapi adalah hal-hal yang dapat
disimpulkan keberadaannya karena suatu perilaku yang tampak.
Motivasi terbagi 2 yaitu
motivasi instrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri kita di mana
kita berusaha untuk diri kita sendiri. Yang kedua motivasi ekstrinsik yaitu
motivasi yang berasal dari luar diri kita dimana kita berusaha untuk mencapai
sesuatu yang lain.
Teori motivasi MC.Clelland,
hal-hal yang mempengaruhi motivasi seseorang yaitu kebutuhan akan prestasi,
afiliasi dan power.
-
Teori Belajar
Dalam dunia pendidikan
menggunakan 4 teori belajar yaitu
1. Behavioral yaitu cara
belajar dengan mengamati. Pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus
dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati bukan dengan proses mental.
2. Kognitif yaitu cara belajar
dimana terjadinya proses mental atau
berfikir. Dimana didasarin oleh pemikiran gestakt yaitu semua kegiatan belajar
menggunakan pemahaman terhadap hubungan-hubungan terutama hubungan antara
sebagian dan keseluruhan. Tingkat kejelasan dan keberartian diri apa yang
diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan kemampuan belajar
seseorang dari pada dengan hukuman dan ganjaran.
3. Kognitif sosial yaitu proses
belajar dimana faktor sosial, kognitif, dan perilaku memainkan peranan penting
dalam pemberlajaran. Hal itu didukung oleh teori Bandura yang mengembangkan
model determinisem-resiprokal.
4. Humanistik yaitu proses
belajar di mana kita berusaha memahami perilaku seseorang dari sudut pelaku
bukan pengamat.
-
Orientasi belajar
Orientasi belajar adalah
pendekatan belajar yang diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang
terhadap proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran di bagi menjadi 2 yaitu teacher centered learning yaitu di mana
proses belajar semua dipimpin oleh pembibing, di mana siswa hanya menunggu
arahan dari guru. Student centered
learning yaitu dimana proses belajar semuanya di usahakan oleh siswa, guru
hanya sebagai fasilitator.
-
Manajemen kelas
-
Manajemen kelas yaitu kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi
yang optimal bagi terjadinya proses belaajr yang efektif di dalam kelas. Dimana
membuat keadaan kelas sebagai tempat belajar, menciptakan proses belajar yang
efektif di dalam kelas, menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk
terjadinya proses belajar,selalau berusaha agar siswa benar-benar aktif belajar
dan mengupayakan suasana-suasana yang membantu proses belajar menjadi lebih
efektif dan efisien.
III.
ObjekPenelitian
Objek penelitian di lakukan
kepada guru dan siswa kelas x dan xi dalam menerapkan konsep e-learning.
IV.
Pelaksanaan
Observasi dilakukan pukul
08.00 wib sampai dengan pukul 09.30 wib. Dimana observasi dilakukan pada mata
pelajaran bahasa indonesia dan sosiologi. Dimana pada kelas bahasa indonesia
sedang meneerapkan konsep e-learning offline dimana menggunakan proyektor,
laptop dan speaker untuk memutarkan sebuah karya film yang dibuat oleh siswa/i.
Sedangkan pada kelas sosiologi melakukan proses pembelajaran seperti biasa yang
dijelaskan oleh guru di bantu dengan teknologi proyektor. Setelah proses
belajar selesai, kami melakukan wawancara ke beberapa siswa/i mengenai
penggunaan konsep e-learning dalam proses belajar mereka.
V.
LaporanPenelitian
1. Satu kelas berisikan 24
orang, di mana semua duduknya mneghadap ke guru sehingga susunan kelas ini
sesuai dengan gaya auditorium.
2. Guru memberikan materi
kepada siswa dalam bentuk jadi, guru memberikan sesi tanya jawab di akhir
pembelajaran dan memberikan nilai kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan
tersebut. Sehingga dari beberapa siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa
mereka termotivasi untuk memjawab pertanyaan karena diberikan penguat berupa
nilai.
3. Selama proses pembelajaran
siswa hanya menerima materi yang di berikan oleh guru.
4. Berdasarkan laporan dari
narasumber, beberapa guru sudah menerapkan metode belajar yang sudah
menggunakan metode presentasi menggunakan alat proyektor dan laptop, dimana
guru hanya menjadi fasilitator bagi murid. Beberapa guru juga memberikan pekerjaan
rumah (PR) yang kemudian dikirimkan melalui email.
5. Konsep e-learning mulai
diberlakukan pada tahun 2005
6. Dari beberapa siswayang
diwawancarai mereka mengatakan bahwa mereka lebih tertarik dengan metode yang
menggunakan konsep e-learning karena jika hanya guru yang menjelaskan mereka
mudah bosen, tetapi jika menggunakan teknologi siswa dapat menggunakan
gambar-gambar yang dapat mengurangi kebosenan mereka.
7. Beberapa siswa yang ada di
kelas, rata-rata menggunakan laptop ataupun tablet dan alat-alat elektronik
lainnya untuk memudahkan mereka dalam proses belajar.
8. Kelas di fasilitasi dengan
AC, proyektor, koneksi wifi. Di mana kondidi kelas rapi dan tertata rapi, kelas
tidak sempit dan juga tidak kebesaran, hiasan didinding tidak terlalu
menganggu, tidak adanya perabot-perabot yang mengganggu tempat lalu lalang,
keadaan kelas juga terang dan sejuk.
VI.
Evaluasi
Tugas observasi yang telah diberitahukan sebelumnya
memiliki jangka waktu yang cukup lama hingga akhirnya harus diselesaikan
laporannya. Namun, alangkah baiknya bila dilakukan pengecekan setiap seminggu
atau 2 minggu sekali agar dapat di ketahui progressnya sampai mana sehingga
menghasilkan laporan yang efektif dan efisien juga. Sebab, jika tidak maka
kebanyakan tugas ini dilakukan setelah mendekati hari untuk mengumpul tugas
ini. Kemudian, pada kontrak kuliah tertera jadwal satu hari untuk melakukan
observasi ketika jam mata kuliah yang bersangkutan, tetapi perlu di ingat bahwa
hari untuk observasi di lakukan sesuai kebijakan dari tempat yang akan di
obeservasi.
D.
Rangkuman Hasil Observasi
1.
Rangkuman menurut Kelompok
-
berdasarkan proses pembelajaran yang menggunakan sesi tanya jawab yang
menggunakan penguat, teori belajar yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah
teori behavioral yaitu reinforcement positif, dimana agar siswa aktif saat
belajar, guru menggunakan metode penambahan nilai untuk menjadi penguat bagi
siswa.
-
Karena teori belajar yang ada menggunakan teori behavioral dan berdasarkan
hasil wawancara yang kami lakukan dengan beberapa murid, mereka mengatakan
bahwa motivasi belajar mereka berasal dari luar, yaitu bisa disebut juga dengan
motivasi ekstrinsik.
-
Orientasi belajar yang dilakukan dikelas berbeda-beda pada setiap guru yang
mengajar, namun kebanyakan guru masih menggunakan metode teacher learning centered (TCL) di mana guru sebagai pengejar yang
memberikan seluruh materi sedangkan siswanya hanya menerima materi. Seperti di
kelas sosiologi guru hanya memberikan penjelasan sedangkan siswanya hanya
menerima pembelajaran. Namun,ada beberapa guru yang mulai mnerapkan metode student learning centered (SCL) di mana
murid berusaha sendiri untuk memperoleh pembelaharan sedangkan guru hanya
sebagai fasilitator, seperti di kelas bahasa indonesia murid memcari sendiri
tugas mereka kemudian mempertunjukannya di depan kelas, di mana guru hanya
sebagai fasilitator.
-
Berdasarkan hasil wawancara kami, kami menyimpulkan bahwa murid-murid
termotivasi tinggi dengan adanya konsep e-learning yang dilakukan oleh beberapa
guru.
-
Desain kelasnya sudah bagus dan perlengkapan yang ada untuk membantu proses
pembelajaran mudah di akses, sehingga tidak menganggu kenyamanan siswa ketika
belajar.
E.
Testimoni Tentang Perencanaan dan Proses Observasi
1. DARNA PRISTI ( 12-093 )
Menurut saya, sudah cukup
bagus dengan proses pembelajaran di sekolah SMA N 1 MEDAN di mana dilengkapin
dengan fasilitas yang cukup memadai dan mudah di akses, di mana dari beberapa
siswa yang kami wawancarai memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk belajar.
orientasi belajar di sini masih mnggunakan TCL namun sudah mulai diperkenalkan
dengan metode SCL, hal itu sangat baik untuk membantu siswa/i agar mudah
beradaptasi di dunia perkuliahan kelak. Dan
pembelajaran menggunakan e-learning sudah mulai diperkenalkan bahkan mungkin
sudah mulai mendalam dalam penggunaannya.
2. DEVI ROSYANA PUTRI ( 12-037 )
Menurut saya, observasi yang kami lakukan bermanfaat bagi saya, karena
menurut saya, konsep belajar yang langsung terjun ke lapangan itu lebih baik
dan lebih mudah diingat. Pemahaman saya untuk konsep dan teori belajar jauh
lebih baik dibandingkan sebelum observasi. Menurut saya, penggunaan konsep
e-learning ini juga baik bagi proses pembelajaran di sekolah, karena siswa akan
lebih mudah mencari informasi-informasi baru dengan adanya koneksi internet.
Kondisi dan desain kelas juga sudah sangat nyaman, baik, dan efektif.
3. TRY MAY SYARAH ( 12-083 )
Proses pembelajaranmenggunakan e-learning yang
dilaksankan di SMA N 1 MEDAN menurut saya sudah cukup baik, sebab teknologi
yang tersedia di sekolah tersebut berfungsi dengan baik, sehingga tidak adanya
hambatan yang terjadi dalam membantu proses belajar mengajar. Di sekolah
tersebut juga telah memperkenalkan kepada siswa/I mengenai orientasi belajar
TCL, sehingga kelak ketika mereka masuk kebangku perkuliahan tidak terkejut
lagi. Dan motivasi yang miliki siswa untuk belajar sesuai yang saya lihat di
lapangan cukup antusias ketika proses belajar mengajar berlangsung.
4. VANI SAPUTRI ( 12-085 )
Setelah saya mengikuti
observasi di SMAN 1 Medan menurut saya pembelajaran sistem e-learning belum
sepenuhnya menggunakan itu karena mereka masih menggunakan sistem offline, tetapi sudah mulai cukup memiliki kemajuan dalam
melakasankan proses belajar e-learning. Sehingga memudahkan siswa/I dalam
memahami materi.
5. NISYA ASPASIA P ( 12-093 )
Ketika saya memasuki sekolah yang saya observasi, saya
langsung dapat melihat peranan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah
tersebut. Sebab, di beberapa kelas yang saya lewati, gurunya menerangkan materi
pembelajaran dengan menggunakan proyektor di mana proyektor adalah salah satu
teknologi yang mendukung terjadinya proses belajar e-learning. Walaupun belum
sepenuhnya e-learning, tetapi sudah cukup baik untuk membantu siswa/I belajar,
6. MAWADDAH RAHMAH ( 12-095 )
Banyak kegunaan dan
informasi yang saya dapat dari observasi yang kami lakukan di SMAN 1 Medan , menurut
saya sekolah tersebut menggunakan konsep e – learning dengan cukup baik, dan penggunaan konsep ini dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa
tentang materi yang ingin dipelajari. Pemahaman siswa lebih baik karena
kemudahan bagi siswa dalam mengakses pengetahuan melalui layanan internet yang
ada dikelas. Dan murid termotivasi tinggi dengan adanya pembelajaran yang
menggunakan konsep e-learning.
Anggota kelompok :
DARNA PRISTI ( 12-035 )
DEVY ROSYANA PUTRI ( 12-037 )
TRY MAY SYARAH ( 12-083 )
VANI SAPUTRI ( 12-085 )
NISYA ASPASIA ( 12-093 )
MAWADDAH RAHMAH ( 12-095 )
Subscribe to:
Posts (Atom)